19

18

Sistem Sosialis

08

22/08/11

Sejarah dan Sistem Sosialis

MENURUNNYA SOSIALISME : APAKAH INI BERARTI AKHIR DARI SEJARAH?
Orang sosialis dan pemerintah komunis mempromosikan kontrol terpusat pada  ekonomi dan aspek-aspek masyarakat lainnya, privatisasi terlarang, dan aktivitas kapitalis. Tujuannya adalah untuk menciptakan masyarakat penganut paham persamaan yang bisa meminimalisir perbedaan antara  yang kaya dan yang miskin. Disolusi negara Uni Soviet, hilangnya kendali politis dari kebanyakan partai komunis di Eropa Timur dan adopsi ekonomi pasar di Negeri China, telah menimbulkan kekecewaan yang meluas dengan semua format sosialisme. Peristiwa-peristiwa politis di awal tahun 1990-an ini dilukiskan sebagai tanda ' akhir sejarah' ( Fukuyama, 1992), sebab pertempuran ideologi politik yang banyak memberikan karakter pada sejarah abad 20 nampaknya telah dimenangkan oleh kapitalisme dan pasar. Bagaimanapun, para ahli politik memberikan gambaran yang lebih kompleks di mana debat tentang isu-isu filosofis politik yang mendasar mengenai tatacara pengaturan masyarakat dan keseimbangan relatif demokrasi, egalitarianisme dan otoriterisme masih sangat terbuka. Pandangan  'Akhir sejarah' menyiratkan bahwa ada dua bentuk pemerintahan murni - komunis dan kapitalis. Demokrasi liberal sebenarnya telah mencampur ekonomi dengan berbagai tingkat intervensi dari pemerintah, dan telah menonjolkan debat yang signifikan tentang campuran terbaik antara kepemilikan swasta dan kepemilikan publik, dan sektor mana  yang terbaik dalam melaksanakan fungsinya (Stretton, 1987). Korten (1995) mengingatkan bahwa kemakmuran di negara-negara industri Barat pada periode pasca perang dicapai dengan pluralisme  demokratis yang di dalamnya ada keseimbangan institusional pragmatis diantara kekuatan pemerintah, pasar dan masyarakat sipil.
KONFLIK ATAU KESEIMBANGAN ?

Arus politik di negara demokrasi liberal sejak tahun 1980 telah menjadikan ideologi individual lebih berpengaruh dalam pembentukan kebijakan publik. Individualisme mengikat   individu secara total untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka beserta konsekuensinya, termasuk kesehatan. Di dalam terminologi etis dan filosofis, prinsip kuncinya adalah otonomi.

12

antnoltujuh